Mempercepat dan Meningkatkan Kembali Kinerja Komputer (Seri 2: Optimalisasi Software)

Kemampuan dan kinerja atau performa komputer dapat menurun dikarenakan berbagai faktor. Faktor bisa disebabkan karena hardware maupun software. Untuk faktor dari masalah hardware, cara mempercepat kembali kinerjanya bisa dibaca pada posting sebelumnya yaitu Mempercepat dan Meningkatkan Kembali Kinerja Komputer (Seri 1: Optimalisasi Hardware). Untuk seri kedua ini, akan membahas dari segi Optimalisasi Software. Software disini meliputi sistem operasi dan perangkat lunak lainnya, aplikasi, serta data-data yang tersimpan.

Optimalisasi Software

Ilsutrasi : http://www.microarea-law.com/

1. Install Ulang Sistem Operasi

Sistem operasi yang diinstall pada komputer semakin berjalannya penggunaan dapat terasa semakin lambat. Sebenarnya bukan berjalan makin lambat, namun bisa disebabkan berbagai hal, misalnya penambahan instruksi yang semakin banyak karena software yang diinstall atau data yang semakin banyak disimpan sehingga proses menjadi panjang. Dengan melakukan install ulang sistem operasi, sistem akan seperti direset ulang sehingga pemrosesan menjadi cepat kembali. Namun hendaknya install ulang komputer menjadi pilihan terakhir dalam mengatasi masalah menurunnya kinerja komputer, karena install ulang komputer sangat dekat kaitannya dengan data-data penting yang tersimpan dan kemungkinan terhapusnya data-data tersebut. Pastikan jika memang mengharuskan install ulang, backup dahulu semua data-data penting yang tersimpan pada komputer tersebut.

2. Gunakan System Tools untuk Optimalisasi Sistem Operasi

Setiap sistem operasi memiliki sistem tools masing-masing untuk mengoptimalkan dan melengkapi fitur standar bawaan sistem operasi. Sebagai contoh saja pada sistem operasi Windows terdapat Disk Defragmenter untuk mengatur penempatan file sehingga file tidak terpisah-pisah, imbasnya tentu dengan cepatnya pemrosesan data karena akses data menjadi lebih mudah.

3. Uninstall Software yang Tidak Diperlukan

Software juga mengambil bagian dalam sebuah sistem komputer. Software yang diinstall juga memerlukan pemrosesan untuk dapat berjalan, selain itu data file dari software juga tersimpan. Hal ini mengakibatkan sistem harus mengalokasikan resource untuk software tersebut, apalagi jika software tersebut juga berjalan berdampingan dengan sistem operasi atau background, tentunya akan semakin memburuhkan resource ekstra. Untuk itulah, jika terdapat aplikasi atau software yang kurang diperlukan segera uninstall dan hapus juga data yang data software tersebut tersimpan. Gunanya tentu saja untuk mengurangi resource yang tidak berguna.

4. Hapus Data yang Tidak Penting

Hapuslah data yang tidak pentting. Data yang tidak penting hanya akan memperlambah kinerja sistem operasi saja. File data yang tidak penting dan jarang diakses tetap akan diindex oleh sistem operasi, yang artinya index yang harusnya tidak dilakukan menjadi harus dilakukan. Dengan menghapus file data yang tidak penting dan jarang diakses, maka indexing akan berkurang yang dapat mempercepat performa. Jika dirasa data masih akan digunakan dikemudian hari, backup file tersebut pada media penyimpanan lain seperti flashdisk atau DVD sebelum dihapus.

5. Pengaturan Software yang Terinstall

Software yang diinstall hendaknya diatur sesuai dengan kemampuan komputer menjalankan software tersebut. Tujuannya adalah supaya komputer dapat menjalankan software tersebut secara optimal, tidak terlalu membebani sistem komputer. Multitasking juga perlu diperhatikan agar ketika menjalankan beberapa software bersamaan, komputer masih mampu dan tidak memperlambat kinerja. Software yang sangat perlu mendapat perhatian untuk pengaturan adalah software atau aplikasi yang berjalan di background seperti anti virus dan indexing file serta software-software gaming dan grafis.

6. Gunakan Software Tune-Up

Sekarang ini banyak sekali software yang disediakan untuk melakukan Tune-Up sistem operasi. Dengan penggunaan software ini diharapkan komputer dapat berjalan sesuai dengan kemampuan. Software Tune-Up biasanya melakukan scanning menyeluruh terhadap sistem komputer kemudian memberikan rekomendasi perbaikan masalah yang mungkin terjadi serta memperbaiki masalah tersebut. Efek perubahan biasanya akan terasa setelah perbaikan masalah yang direkomendasikan tersebut selesai diperbaiki dan restart komputer.

7. Update System Operasi

Menurunnya performa komputer bisa dikarenakan oleh adanya bug atau kesalahan pada sistem operasi yang berjalan. Tidak jarang bug atau kesalahan yang ada tersebut hingga bisa membuat komputer hang atau error. Oleh karena itu selalu lakukan update sistem operasi secara berkala. Biasanya sistem operasi langsung menawarkan pengaturan untuk melakukan update otomatis atau tidak ketika terhubung online. Anda bisa mengaktifkan pilihan update otomatis tersebut untuk mempermudah update.

8. Scan Antivirus dan Malware

Virus bisa mengakibatkan komputer berjalan dengan sangat lamban. Virus biasanya menyelipkan instruksi-instruksi yang berulang, ini mengakibatkan instruksi-instruksi sistem yang seharusnya dieksekusi menjadi tidak tereksekusi. Efek yang fatal komputer bisa menjadi hang bahkan mendadak restart. Untuk mengatasi hal ini, install antivirus dan scan komputer secara berkala, jangan lupa scan juga setiap perangkat penyimpanan yang ditambahkan.

9. Periksa dan Pastikan Software sudah Kompatibel

Perangkat lunak yang tidak kompatibel hanya akan membuat sistem menjadi error. Selain gagal dijalankan serta hanya membuang-buang resource, data filenya juga akan memenuhi space hardisk. Ketika error biasanya sistem juga membuat data daftar error yang terjadi atau Error Log, meskipun kecil, juga memberikan efek terhadap performa komputer. Maka periksalah kompatibilitas software yang mampu dijalankan sistem.

10. Manfaatkan Restore Point

Restore Point sangat berguna untuk mengatur ulang pengaturan kembali pada kondisi tertentu. Membuat Restore Point sangat penting sebelum melakukan perubahan dalam sistem operasi seperti menginstall software yang berat. Hal ini untuk mengatasi terjadinya kegagalan sistem atau error setelah perubahan tersebut. Jika restore point telah dibuat sebelumnya, ketika kinerja komputer melambat, bisa dikembalikan pada Restore Point sebelum komputer melambat.

Demikian adalah beberapa cara untuk mempercepat serta meningkatkan kembali komputer yang melambat performanya. Tidak perlu harus ke service centre terlebih dahulu jika problem mengenai melemahnya kinerja komputer terjadi. Tidak perlu harus mengeluarkan biaya ekstra jika problem bisa diatasi sendiri. Seperti yang dikatakan sebelumnya, pilihan install ulang sebaiknya dilakukan ketika tidak tahu harus bagaimana lagi. Identifikasi dan inventarisasi dahulu masalah yang mungkin menjadi penyebab melambatnya komputer, lakukan backup data yang penting, lalu coba untuk perbaiki dengan berbagai pilihan cara diatas.

Related Posts:

  • No Related Posts

One comment on “Mempercepat dan Meningkatkan Kembali Kinerja Komputer (Seri 2: Optimalisasi Software)

  1. Pingback: Mempercepat dan Meningkatkan Kembali Kinerja Komputer (Seri 1: Optimalisasi Hardware) | Informasi dan Pengetahuan Komputer dan Internet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *