Membuat Restore Point dan Memulihkan (Restore) Kondisi Sistem Operasi Windows

Pada posting yang sebelumnya telah admin uraikan mengenai peranan atau fungsi System Restore pada Windows yang kurang dimanfaatkan. Uraian tersebut memang benar adanya. Banyak yang tahu namun enggan memanfaatkan System Restore ini. Padahal jika tau manfaat pentingnya, fitur bawaan Windows ini bisa jadi andalan pada kondisi tertentu.

Tidak panjang lebar lagi, berikut admin sampaikan cara membuat restore point dan memulihkan kondisi sistem operasi Windows pada restore point yang telah dibuat tentunya dengan aplikasi System Restore. Untuk yang pertama, kita perlihatkan dulu cara Membuat restore point:

1. Buka aplikasi System Restore dengan Klik Star Menu – Accessories – System Tools – System Restore.

2. Klik pada tulisan “Open System Protection”.

rest06

3. Pilih dan beri tanda centang pada partisi yang akan dibuat System Restore. Utamanya adalah drive C: karena pada partisi tersebut terdapat file sistem Windows.

4. Klik “Create”.

rest02

5. Beri nama untuk restore point tersebut.

6. Klik “Create”.

rest03

7. Tunggu hingga selesai dibuat.

8. Klik “OK” dan restore point selesai dibuat.

Selanjutnya adalah cara memulihkan kondisi sistem operasi Windows pada restore point tertentu.

1. Tutup dahulu semua software dan aplikasi yang sedang berjalan karena nantinya setelah restore diperlukan restart Windows yang dilakukan secara otomatis oleh sistem.

2. Buka aplikasi System Restore.

3. Klik pada “Choose a different Restore Point”.

rest06

4. Klik “Next.

5. Akan disajikan list titik pemulihan baik yang dibuat otomatis oleh sistem ataupun yang dibuat manual. Pilih restore point yang sudah ditentukan.

6. Klik “Next”.

rest07

7. Windows akan menerapkan restore point tersebut. Tunggu hingga proses selesai.

8. Komputer akan melakukan restart secara otomatis.

9. Selesai. Kondisi komputer kembali seperti titik pulih atau restore point yang ditentukan.

Secara default System Restore secara otomatis akan membuat restore point pada kondisi tertentu dan menyimpannya. Meskipun demikian, tetap saja diperlukan pembuatan titik pemulihan tersebut secara manual. Terutama ketika akan melakukan install software yang tidak yakin aman. Karena tidak setiap ada perubahan System Restore membuat restore point secara otomatis. Dengan melakukan hal tersebut, bisa menekan resiko kehilangan data.

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *